02 Desember 2009

Sikap Perempuan yang Dianggap Konyol Pria


Kesukaan dia mengoleksi miniatur mobil mungkin Anda anggap kekanakan, tapi banyak lho, kesukaan Anda yang juga mereka anggap konyol. Termasuk kesukaan Anda curhat itu. Mau tahu selebihnya?

“Saya enggak pernah mengerti kenapa pacar saya selalu sibuk ikut mengincar barang-barang sale . Sampai-sampai saat midnight sale beberapa waktu lalu, ia rela mengantre hampir 2 jam untuk membayar belanjaan. Padahal, ia mampu kok, belanja dengan harga normal.” Muhammad Firmansyah, 30, Lajang, Marketing Manager

“Suka bingung saja, kenapa ya, para perempuan bisa menahan lapar dan rela enggak makan demi mempertahankan bentuk tubuh ideal. Padahal itu namanya penyiksaan bukan?” Nando K. Pratama, 27, Lajang, Account Executive

“Sekarang ini, perempuan sering memosisikan dirinya sejajar dengan laki-laki. Perempuan dan laki-laki sama kuat, dan enggak terima kalau dianggap lemah. Tapi lucunya, saat mentok menghadapi masalah, air matanya keluar juga.” Zul Rifa’ie, 27, Lajang, Freelancer

“Sifat perfeksionisnya yang enggak tahan. Bayangkan, hanya membeli satu buah kemeja saja, ia akan memeriksa setiap jahitannya secara detail. Kalau masih ada benang jahit yang menjuntai, ia akan selalu minta ditukar dengan barang lain. Buang-buang waktu saja.” Steven Wijaya, 29, Menikah, Enterpreuneur

“Wah, kalau sudah menyangkut parfum, sepatu atau tas model terbaru, dia bisa sangat kalap. Malah dia bisa lho, bela-belain ke luar negeri hanya untuk mendapatkan barang incarannya itu. Padahal, harga barang itu terkadang enggak sebanding dengan biaya dan effort dia.” Daniel Hadi. P, 32, Lajang, General manager

“Apa semua perempuan terlahir untuk menjadi cerewet, ya? Ia bisa menanyakan dan mengingatkan, sudah ini belum, sudah itu belum berulang kali. Dan sepertinya ia menikmati kecerewetannya itu. Kalau mau pergi saja, dia bolak-balik bertanya, kompor telah dimatikan atau belum. Memang maksudnya baik, tapi terkadang bikin saya pusing.” Imam Faizal, 28, Menikah, Legal Officer

“Sampai sekarang saya enggak mengerti, kenapa perempuan senang banget merayakan hari jadi? Dan kalau kita enggak ingat, marahnya bisa berhari-hari. Padahal, menurut saya itu bukan hal yang terlalu penting. Yang penting adalah saya sayang sama dia. Tanggal lahir ibu saya saja sering lupa, eh disuruh ingat-ingat hari jadi. Capek deh.” Dhany Ferdian, 29, Lajang, IT Programmer


sumber:  http://www.liputankita.com,budiary

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright 2009 MAX Ent.
designed by EZwpthemes Converted by ThemeCraft Powered by Blogger Templates