03 Desember 2009

Profesi Perempuan yang Tak Disukai Lelaki


Siapa bilang lelaki fine-fine saja dengan segala macam profesi perempuan? Mereka juga keberatan pada sejumlah profesi yang digeluti kaum perempuan. Apa saja profesi itu?

1. Wartawan
“Jam kerja wartawan tidak jelas. Memang berangkat bisa agak siang, tapi pulangnya bisa pukul 24.00 sampai rumah, terutama waktu deadline. Itu yang terjadi pada istri saya. Yang bikin repot kalau harus jemput malam-malam ke kantornya yang jauh itu. Padahal, saya sudah mengantuk dan harus berangkat pagi. Hari libur kadang ia harus masuk kerja karena ada liputan. Benar-benar tak kenal waktu. Untung sejak ada anak ia mulai mengatur waktu agar tak sering pulang malam.” Asril (32), karyawan swasta

2. Polisi
“Menurut saya, profesi polisi atau tentara terlalu macho buat perempuan. Rasanya aneh melihat perempuan terlalu ’sangar’ dan dekat dengan bahaya. Namun, ini memang masalah preferensi saja. Alasannya mungkin sama seperti mengapa perempuan suka lelaki berkumis.” Derry (33), technical support

3. Penulis Naskah
“Saya tidak suka pekerjaan perempuan yang jam kerjanya tidak teratur. Misalnya di PH (production house) entah sebagai sutradara atau yang lainnya. Kebetulan teman dekat saya adalah penulis naskah di PH. Kasihan juga melihatnya. Kalau mau diajak kumpul susah banget. Giliran ia libur, teman-teman yang lain masuk kerja. Jadi, tidak pernah bisa bertemu. Karena pacarnya keberatan, setelah menikah ia akhirnya keluar. Ia sendiri juga sudah capek dan merasa tidak bisa begitu terus kalau punya anak nanti.” Uki (31), akuntan

4. Sekretaris Direktur
“Jadi sekretaris direktur di tempat kerja saya ini wah capek. Saya sering melihat teman saya baru pulang pukul 24.00 gara-gara menunggu dan menemani bos meeting. Memang jadwal meeting bosnya padat sekali. Kasihan juga sih. Saya membayangkan kalau ia pacar atau istri saya, wah repot menunggu ia pulang malam hampir tiap hari.” Budi (28), humas

5. Perawat
“Saya tidak terlalu suka perempuan yang kerjanya dengan shift seperti perawat atau bagian produksi. Main job perempuan itu kan pendidikan di rumah. Kalau ia kerja, pasti kerjanya lebih berat dari lelaki. Bayangkan, pulang kerja mesti mengurus keluarga dan rumah. Kalau shift, konsepnya jadi tidak jelas.” Dino (37), product designer

6. Penyanyi Klub
“Pokoknya yang berhubungan dengan kehidupan malam meskipun si perempuan tidak tersangkut paut dengan pekerjaan nista itu, saya tidak suka. Misalnya, waitress atau penyanyi di klub malam. Saya tidak suka pekerjaan yang memberi efek negatif kepada perempuan, baik secara langsung maupun tidak.” Santo (29), editor

7. Programmer
“Memang profesi ini membuat perempuan terlihat cerdas. Jarang lho, perempuan paham soal ini. Sayang, gara-gara memikirkan program, ia jadi lupa dandan, ha-ha-ha…. Itu banyak saya lihat di lingkungan kerja saya.” Dwinanto (30), staf IT

8. PNS
“Profesi yang satu ini terkesan, maaf, pemalas. Saya sering melihat banyak pegawai negeri perempuan sering plesiran di mal pada jam kerja atau pulang cepat. Sepertinya tidak ada pekerjaan saja di kantor.” Arya (29), advertising

sumber:  http://www.liputankita.com/, budiary

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright 2009 MAX Ent.
designed by EZwpthemes Converted by ThemeCraft Powered by Blogger Templates