31 Desember 2009

Humor Keluarga V

  • Diam Selama Enam Tahun
     Seorang anak sudah enam tahun nggak pernah mengucapkan sepatah katapun. Hari itu orang tuanya membelikan es kelapa. Entah ada angin darimana, tiba-tiba saja si anak ngomong,
    "Hueeek! Es kelapanya nggak enak!!!"
    Melihat itu, kedua orang tuanya girang bukan kepalang.
    "Kenapa kamu baru ngomong setelah enam tahun, anakku?"  tanya ibunya sambil menahan haru.
    Si anak menjawab, "Soalnya selama ini semuanya baik-baik saja."

     
  • Ketika Eko sedang asik-asiknya baca koran, Susi istrinya mengendap-endap dari belakang dan
    kemudian memukulkan wajan ke kepala suaminya.
    Eko: "Apa-apaan kamu ini??!! Kenapa kepala gua dipukul?"
    Susi: "Eh, tadi waktu cuci celana kamu, aku ngeliat ada
    nama Siska di secarik kertas. Siapa dia? Kamu selingkuh ya?!!!"
    Eko: "Oooohhh...itu. Inget 'kan waktu aku ke lomba pacuan kuda minggu lalu? Nah, Siska itu adalah nama kuda.  Aku bertaruh untuk kuda itu!"
    Susi kayaknya puas dengan jawaban Eko. Ia kemudian meminta maaf pada suaminya dan kembali
    memasak di dapur.
    Keesokan harinya Eko kembali membaca koran di ruang tamu. Diam-diam Susi mendekatinya dan
    -- lagi-lagi -- memukul kepala Eko dengan wajan.
    Eko: "Ada apa lagi, hah????!!!!!"
    Susi: "Tadi kudamu nelpon!"

  •  Di dalam suatu kamar tidur, terbaring seorang bapak yang terkenal pelit. Saat ini dia sedang sekarat.
    "Hani, istriku, engkau di situ?"
    "Ya suamiku, saya di sini," jawab istrinya.
    Bapak itu menghela nafas.
    "Doni anakku, engkau di situ?"
    "Ya papa, aku di sini," jawab anaknya.
    Bapak itu menghela nafas lagi.
    "Susi saudaraku, engkau di situ?"
    "Ya kakakku, aku di sini," jawab Susi sedih.
    Tiba-tiba bapak itu duduk tegak di tempat tidurnya dan berteriak, "Jadi siapa yang menjaga toko!???" 

  • Kangen
    Seorang mahasiswa yang tinggal kos di Jakarta mengirim surat ke orang tuanya di daerah.
    Bunyi surat itu: "Bapak dan Ibu yang Nanda sayangi, sudah sebulan ini Nanda tidak mendengar kabar berita dari Bapak dan Ibu. Nanda jadi kangen, tapi terus terang juga cemas.
    Untuk itu sudi kiranya Bapak dan Ibu mengirimkan wesel
    sehingga Nanda tahu kalau Bapak dan Ibu dalam keadaan baik-baik saja."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright 2009 MAX Ent.
designed by EZwpthemes Converted by ThemeCraft Powered by Blogger Templates