22 November 2009

Konsekuensi Mencintai



MENCINTAI

Ingat kan, tembang Mencintaimu yang dilantunkan Krisdayanti. Yess! Lagu itu membuat hati kita berdarah-darah. Sungguh, kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri, bila kita bisa mencintai seseorang tanpa pamrih. Rasa itu ada, tanpa perlu kamu rekayasa. Nggak perlu dikaitkan dengan materi, fisik yang sempurna atau imbalan yang nanti akan kita dapatkan. Karena perasaan ini, alamiah banget, bisa dialami oleh siapa saja.

Masalahnya, bila kamu mencintai seseorang, pasti ada banyak konsekuensinya dong. Perhatiin deh, soal:

a. Ikhlas
Yang jelas, mencintai seseorang butuh keikhlasan. Apa bener, kamu ikhlas, bila ternyata dia rasa sayangnya tidak sebesar rasa sayangmu pada dia? Apa kamu rela, menolong dia ketika menghadapi masalah apa pun, tanpa ada bayangan kamu akan memperoleh balasan yang sama?

b. Obyektifitas
Cinta nggak boleh membuat kamu terlena, justru tetap siaga. Kamu bisa memilah-milah hal yang positif dan negatif. Jika kamu mencintainya, pasti kamu pun nggak ingin dia melakukan hal negatif yang merugikan dirinya sendiri kan? Misalkan doi mengajak kamu mabuk-mabukan, karena mencintainya, kamu pun mengiyakan saja. Wah, jangan dong. Justru karena kamu tulus mencintainya, kamu harus ingatkan dia. Meski dia marah-marah, toh itu demi kebaikannya. Ya, nggak?

c. Tanggung jawab
Boleh kok, kamu mencintai seseorang dalam banget. Tapi tetap
bertanggungjawab lho. Jangan langsung pasrah, mau apa saja oke. Nggak ada deh, kamus itu. Kalau pun dia juga mencintai kamu, pasti dia mengharapkan kamu pun dalam keadaan terbaik.

d. Posesif
Ada perasaan khawatir berlebihan, memang. Apalagi kalau si dia banyak yang menyukai, doyan gaul dan aktif di berbagai kegiatan. Nggak perlu berlebihan, kamu mengawasinya. Bahkan kemudian mengecek selalu posisi dia, apa saja yang dilakukan seharian tadi, sampai detil. Lama-lama doi gerah lho. Kamu kan bukan satpamnya.

e. Perbedaan
Sadari adanya perbedaan di antara doi dan dirimu. Pasangan yang sudah bertahun-tahun berumahtangga saja, pasti ada nggak cocoknya. Apalagi kamu yang baru mengenal doi. Jangan cepat-cepat menvonis, kalau kamu cinta matinya dan dia terlalu sempurna di matamu. Hati-hati deh. Kamu terima satu-satu, apa saja yang membuat jarak di antara kalian itu ada. Bila kenyataannya nggak mungkin dilewati, kamu tetap mau menjadi
"korban" nggak?

f. Kritis
Orang bilang, kalau sudah cinta, beras mentah pun dianggap berlian. Kita wajib kritis lho, meski berhadapan dengan orang tercinta. Bila ada perlakuan tidak seimbang, berlebihan dan kelewatan, harus dikomentari tuh. Misalkan, doi mulai main tangan atau menvonis kamu A, B, C dan sama sekali nggak seperti yang kamu bayangkan. Tegas deh, lurusin dulu hal ini, sebelum kamu kena kanker paru-paru!

g. Sabar
Sabar, kunci akhir bila kamu mencintai seseorang. Jangan membayangkan keajaiban, sekejab dia akan mencintaimu juga. Waktu akan berbicara. Perlahan-lahan, bila dia membuka mata hatinya, pasti ada kesempatan untuk dia menerima cintamu. Bila kesabaran kamu habis, ya...siap-siap membuka lembar yang baru. Toh, dunia nggak sedaun kelor kok...Don't give up! Paling tidak, kamu patut bersyukur, bisa mencintai orang dengan tulus dan apa adanya.


The End......

Sumber: Chantique, forum.kafegaul.com

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Yap betul cinta butuh keikhlasan dan super kesabaran agar nantinya bisa menikmati indahnya cinta. What we reap is what you sow

Qc mengatakan...

deep comment

Anonim mengatakan...

tulll.............

Poskan Komentar

Copyright 2009 MAX Ent.
designed by EZwpthemes Converted by ThemeCraft Powered by Blogger Templates